Tampilkan postingan dengan label last hope. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label last hope. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Maret 2019

asal asa

tersihir

semua saling terikat
apakah pria itu ada?
seperti cerita acak
tek bertema
tak bernada
tak menarik
benang putih hijau
menjadi hitam dan berbeda
hanya menuruti sebuah perintah
berlari, berlarilah teman
di belakang, diikuti, diawasi
lalu terjatuh
melihat dari jauh,
tebing yang terbelah itu
sungai tanpa air didalamnya
kembali memisahkan raga
serta jiwa yang duduk berhadapan
pada kemejamu sinar itu menyala terang
memberitahu semuanya..
kata tak terucap
sendiri dalam gelap dan dingin
berharaap pada kata
seperti mantra orang pertama yang dilihat saat bangun
Read more

Rabu, 09 Maret 2016

ponytail



teman lama






Dua dalam satu waktu
Merah muda bertaburan
Duduk dalam diam
Bahasa pun tak dikenal
Berbeda, berkilau
Seseorang tanpa pengalaman
Air menguap
Panas yang datang
Kicauan burung warna hitam
Menebak, menghela nafas?
Atau terbang
Menuju sebuah kilauan
Silau nan menyilaukan
Intan, hitam dingin
Ekor kucing berjalan

Masihkah bernyanyi
6 tahun berlalu
Kilauan besar dan makin indah
Dari mana? Sang surya
3 tahun lalu
Tanpa redup
Masih berkilau dengan diameter dan bayangan
Mata kuning hijau tajam
Elang atau terjatuh
Warna oranye bercak putih
Kupu-kupu rusa pun berdatangan
Hitam dingin
Dua dalam satu waktu
Pejamkan mata!
Ponytail terhembus angin biru
Intan untuk berkilau
Angin bernyanyi, daun  berbisik
Dalam diam dia berkilau
Benih, biji mulai tumbuh
Mekarnya bunga intan


Read more

Selasa, 08 Maret 2016

HOPE

pena biru



Bukan tinta biru
Rambut jatuh dengan tertata. Ketika
Mata saling memandang melalui jendela
Tapi sayang, tertutupi kaki tuhan
Jaket merah oranye kehijauan
Senyum indah bagaikan Rusa
Kau indah...
Rambut coklat pendek,
Atau tersilaukan cahaya matahari
Dan terhembus angin senja?
Kau indah...
Gigi taring kucing,
Gigi besar kelinci
Kau berjalan dan memudar
Tas miring yang menghalangi jiwa
Itu indah...
Pelangi pohon bunga harum kenangan
You’re look cool, girl
Alarm sama ketika bangun lagi
Dengan jerapah belut memandang
Indah...
Rindu ini kutulis bukan dengan hati
Tapi aku jatuh hati
Hati ini pun samakah
Kau yang indah...
Lengan, goresan pensil, suara kertas terbalik
Mata, gigi
Lebih dari sebelumnya kita bertemu
Aku dedikasikan
Kau tak pernah melihat ke arah dalam
Ada komputer di dirimu
Ada dirimu di komputer
Kau indah...
Dapat melihatmu,
Dapatkah kamu?
Di dalam sama.
Dapatkah kamu?
Pena teknik menulis
Kau goreskan diriku
Bukan lukai
Akupun tak tau apa ini
Warna biru, oranye, merahkah ato hijau
Ini putih dan hitam
Sketsa di buku sketsaku
Hanya mengungkap
Tak bisa di pendam lagi
Ya kau indah... Rusa....
Berhenti
Tidak, masih mengenang?
Mungkin sambil mengajarimu kemarin
I can find you again
Tidak kebetulan, dibetulkankah?
Tidak terhubung
Tidak, bertemu bersama
“Kamu aneh”  ucapmu
Aku ingat, jerapah Rusa pun tidak
Angin senja tak dapat menerbangkan sinar matahari senja
Sinar matahari senja tak dapat menyinari angin senja


Read more